1. Addiction

5 Imbas Toxic Productivity, Membuat Depresi dan Tidak Tenang Istirahat

Disclaimer: This is a user generated content submitted by a member of the WriteUpCafe Community. The views and writings here reflect that of the author and not of WriteUpCafe. If you have any complaints regarding this post kindly report it to us.

Ajak Anak Beraktivitas di Alam Bebas, Mengapa Tidak?

 

udah mau liburan lagi nih, dan kalian masih belom punya uang banyak buat have fun?? yuuk kunjungi aladdin138 situs slot online terbaik di indonesia dan rasakan sensasi cuannya, gak percaya?? BUKTIKAN SEKARANG!!!

Produktif yang terlalu berlebih dapat menjadi  mencelakakan diri
Jalani hidup dengan produktif memang baik karenanya maknanya kita bisa manfaatkan waktu dengan lakukan beberapa hal bermanfaat untuk meningkatkan diri. Namun pendayagunaan waktu yang bagus tidak berarti dilaksanakan dengan terlalu berlebih sampai terobsesi untuk selalu produktif.
Karena produktifitas yang terlalu berlebih dapat menjadi toxic dan jelek untuk diri kita. Yang mana toxic productivity bisa mengakibatkan beragam imbas jelek, seperti pengurangan kesehatan, depresi, kurang istirahat, dan lain-lainnya yang diulas lebih lanjut pada lima point berikut ini.
1. Kesehatan jeblok dan turun sekali
Saat produktifitas dalam sehari-harinya dipaksa sampai melalui batasan lumrah, karena itu imbas pertama kali yang akan dirasa adalah pengurangan kesehatan. Yang mana diri kamu dapat mendadak turun dan kesehatannya jeblok sampai tidak sadarkan diri.
Karena sebagai manusia yang perlu istirahat, tenagamu ada batasannya dalam kerjakan beragam hal sepanjang hari. Yang tujuannya ingin manfaatkan waktu dengan produktif, justru usai jadi toxic productivity yang bahaya untuk kesehatan.
2. Memunculkan masalah psikis anxiety
Jalani hidup dengan produktif memanglah bagus, tetapi bila terlalu berlebih efeknya bukan hanya pada fisik tetapi juga masalah psikis anxiety. Masalah kekhawatiran yang membuat kamu tidak tenang jalani hidup karena terobsesi produktif.
Saat produktifitasmu kurang sehat, kamu akan fokus pada jumlahnya hal yang kamu lakukan, dan berasa kuatir bila cuma sedikit melakukan. Tentu saja jelek untuk periode panjang karena kamu selalu mencari hal atau aktivitas apapun itu untuk ditangani.
3. Emosi tidak konstan karena kecapekan jasmani rohani
Memaksa diri untuk produktif sebenarnya bukan hal yang sehat untuk dilaksanakan dalam periode panjang. Karena efeknya dapat membuat jasmani rohani mu kecapekan, yang meskipun tidak demikian terlihat di luar tetapi berpengaruh pada emosi yang tidak teratasi.
Emosi yang tidak konstan dapat berbentuk kerap geram-marah, mendramatisasi hal kecil, atau bahkan juga berasa benci atas hidup yang ditempuh. Sudah pasti ini tidak bagus karena makin lama menghancurkan psikis, menyebabkan depresi berkelanjutan sampai stres.
4. Toxic pada diri kita karena menuntut kerja terlampau keras
Memang betul jika tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, namun menuntut diri untuk bekerja terlampau keras malah tidak baik. Tanpa diakui perlakuan semacam itu sebagai hal toxic yang memerah tenaga dan memperbudak diri kita, lho.
Untuk capai produktifitas yang diharapkan, kamu memaksa diri untuk lakukan beragam hal melalui batasan kesiapan diri. Bukanlah hasil yang baik yang didapat dari produktifitas yang toksik, tetapi hasil yang tidak optimal dan buruklah yang dapat terjadi.
5. Tidak tenang dan depresi jika istirahat atau santai
Imbas paling riil dari produktifitas yang toxic adalah kamu tidak merasakan tenang saat sedang istirahat atau santai. Karena obsesi yang lebih besar untuk selalu produktif selama seharian, kamu merasakan tidak patut istirahat jika badan belum betul-betul lelah.
Jalani hidup dengan produktif memang baik karenanya maknanya kita bisa manfaatkan waktu dengan lakukan beberapa hal bermanfaat untuk meningkatkan diri. Namun pendayagunaan waktu yang bagus tidak berarti dilaksanakan dengan terlalu berlebih sampai terobsesi untuk selalu produktif.

Berasa jika masih mampu untuk lakukan satu atau dua hal, menambahkan agenda kerja sambilan, sampai memperdalam hoby dan kemampuan baru. Kamu terlampau terobsesi membuat hidupmu benar-benar repot sampai berasa bersalah sendiri jika rileks sedikit saja. Imbas yang buruk sekali pada psikis, kan?
Ke-5 point barusan bisa terjadi jika diri kamu mengaplikasikan toxic productivity dalam kehidupan. Jika periode panjangnya bukan hanya menghancurkan fisik, tetapi berpengaruh jelek pada psikismu.

udah mau liburan lagi nih, dan kalian masih belom punya uang banyak buat have fun?? yuuk kunjungi aladdin138 situs slot online terbaik di indonesia dan rasakan sensasi cuannya, gak percaya?? BUKTIKAN SEKARANG!!!

Login

Welcome to WriteUpCafe Community

Join our community to engage with fellow bloggers and increase the visibility of your blog.
Join WriteUpCafe