Disclaimer: This is a user generated content submitted by a member of the WriteUpCafe Community. The views and writings here reflect that of the author and not of WriteUpCafe. If you have any complaints regarding this post kindly report it to us.

Regulasi Ketat, Penggunaan Air Berlebihan dan Penipisan Kualitas Air Menggerakkan Pasar Pengolahan Air Limbah Industri di Indonesia: Ken Research

Terdapat lebih dari 100+ perusahaan EPC di Indonesia dengan perusahaan baru bermunculan setiap tahun yang memiliki peningkatan teknologi

Potensi Pengolahan Air Limbah Indonesia:  Sebagian besar Air Limbah di Indonesia tidak diolah dan dibuang secara tidak aman ke sungai serta mencemarinya, berakibat munculnya jutaan penyakit setiap tahun dan akhirnya menyebabkan kematian ribuan orang Indonesia. Hanya 1% air limbah yang diolah dengan baik di Indonesia, namun masalahnya masih terus meningkat, seiring pertumbuhan industrialisasi, penggunaan sumber daya yang berlebihan, dan penurunan kualitas air.

Inisiatif Pemerintah yang Menjanjikan: Di Indonesia, Pemerintah memiliki komitmen baru untuk menjadikan kualitas sungai dan danau menjadi kelas 2 dengan Chemical Oxygen Demand (COD) 25 ppm dan Biologycal Oxygen Demand (BOD) 3ppm, kualitas air saat ini berada di kelas 3 dan 4. Studi pembersihan sungai Citarum melaporkan bahwa sekitar 280 ton limbah beracun diendapkan di sungai Citarum setiap hari dan dinilai sebagai sungai terkotor di dunia.

Kontrak EPC dan O&M: Kontrak EPC memiliki nilai yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontrak O&M dan dapat memakan waktu penyelesaian dari beberapa bulan hingga tahun. Besar proyek rata-rata kontrak EPC adalah sekitar USD 5 juta dan biasanya sebuah perusahaan mengerjakan sekitar 8 proyek EPC setiap tahunnya. Kesadaran terhadap lingkungan bersih sebagai dampak atas pademi Covid-19, telah membuat para perusahaan lebih memperhatikan pengolahan air limbah industri miliknya.  Pengoperasian dan pemeliharaan biasanya dialihdayakan di banyak industri yang pekerjaan utamanya tidak terkait dengan air. Biasanya, perusahaan mengabaikan pemeliharaan sendiri. Hal ini mengakibatkan Pasar O&M tidak sedang dalam fase pertumbuhan karena kadang-kadang perusahaan melakukan pemeliharaan pabrik pengolahannya sendiri.

Meningkatnya Permintaan untuk Pengolahan Air:  Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Industri ini bersifat intensif air dan pertumbuhan industri ini akan menyebabkan peningkatan permintaan air olahan. Pertumbuhan serupa diperkirakan terjadi di industri makanan dan minuman (F&B), Tekstil dan Kertas. Dengan demikian, kebutuhan instalasi pengolahan juga akan meningkat pada tingkatan yang sama.

Para Analis di Ken Research dalam publikasi terbaru mereka “Tinjauan (Outlook) dan Prospek terhadap Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia 2027F – Didorong oleh Meningkatnya Industrialisasi, Penipisan Sumber Daya dan Inisiatif Kuat Pemerintah dalam Pengolahan Air Limbah oleh Ken Research menilai bahwa pasar Pengolahan Air Limbah adalah pasar yang akan tumbuh di Indonesia pada tahap pemulihan dari krisis ekonomi setelah pandemi. Meningkatnya industrialisasi dan polusi di sungai, seiring dengan tumbuhnya kesadaran dan inisiatif Pemerintah, diperkirakan akan berkontribusi pada pertumbuhan pasar selama periode perkiraan. Pasar Pengolahan Air Limbah Indonesia diharapkan tumbuh pada CAGR sebesar 8.9% selama periode perkiraan 2022-2027F.

Segmen-segmen Utama yang dicakup:

Pasar Pengolahan Air Limbah Indonesia:

Berdasarkan Daerah

  • Jakarta & Java
  • Sulawesi
  • Sumatra
  • Kalimantan
  • Maluku
  • Irian Jaya

Berdasarkan Tipe Perusahaan:

  • EPC
  • O&M

Berdasarkan Sektor Industri:

  • Industri Pembangkit Listrik (Power plants)
  • Industri Kertas
  • Industri Tekstil
  • Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
  • Industri Makanan dan Minuman (Food and Beverages)
  • Lainnya

Untuk detail lebih lanjut, beli laporan

Narasumber Utama

  • Penyedia Layanan Pengolahan Air Limbah
  • Distributor Peralatan Pengolahan Air
  • Produsen Peralatan Pengolahan Air
  • Perusahaan FMCG
  • Perusahaan Pengolahan Air Limbah
  • Manufaktur Kelapa Sawit
  • Manufaktur Kertas
  • Badan Pemerintah, Otoritas, dan Regulator

Periode Waktu Tercatat dalam Laporan:

  • Periode historis: 2017-2022
  • Periode dasar: 2022
  • Periode Perkiraan: 2022– 2027F

Perusahaan yang Tercakup:

  • PT Beta Pramesti
  • Kurita Water Industries
  • Metito
  • Envitech Perkasa
  • Padi Hijau Buana
  • PT Amanaid
  • PT Eswareco Tama
  • PT Kohken WaterTech
  • Biosystem Limited
  • PT Hydromaster Harmoni Nusantara
  • PT Lautan Organo Water
  • PT Harum Tirta Jaya
  • PT Adika Tirta Daya
  • PJL Enviro/ Surya Cipta Waste Water

Topik Utama yang Dicakup dalam Pembahasan Laporan

  • Tinjauan Air Limbah Indonesia
  • Tinjauan Pasar Air Limbah Industri Indonesia
  • Ekosistem Pasar Air Limbah Industri Indonesia
  • Siklus Bisnis dan Proses Kejadian Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Model Bisnis Sistem Pengolahan Air Limbah di Indonesia
  • Rantai Nilai Sistem Pengolahan Air Limbah Indonesia
  • Analisis Pengguna Akhir Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Analisis Industri Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Analisis SWOT Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Pendorong Pertumbuhan Utama di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri di Indonesia
  • Tantangan dan Isu Utama di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Kerangka Persaingan di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Analisis Terperinci tentang Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia (Ukuran dan Segmentasi Pasar, 2017-2022; Ukuran dan Segmentasi Pasar Masa Depan, 2022-2027F)
  • Peluang Pasar dan Rekomendasi Analis

Unduh contoh laporan secara gratis

Hubungi Kami
Ken Research
Ankur Gupta, Kepala Pemasaran & Komunikasi
Ankur@kenresearch.com
+91-9015378249

Login

Welcome to WriteUpCafe Community

Join our community to engage with fellow bloggers and increase the visibility of your blog.
Join WriteUpCafe