News

Tanoto Hadiri World Economy Forum 2017 di Davos

soleh
soleh
4 min read

Setiap tahun pada bulan Januari, Kota Davos yang biasanya tenang dengan populasi 11.000 jiwa diramaikan oleh kedatangan banyak pengunjung ketika berlangsungnya acara World Economy Forum (WEF). WEF memang selalu diadakan di kota resor pegunungan yang terletak di wilayah Graubunden, Swiss ini tiap tahunnya.

Dan sejak tahun 2015, Grup Royal Golden East (RGE) telah berpartisipasi dalam forum kepemimpinan untuk memahami tren saat ini dan bagaimana sektor swasta dapat bekerja sama dengan pemerintan dan organisasi non-pemerintah untuk menjadi sebuah kekuatan yang baik.

Tahun ini dalam pertemuan di Davos, direktur RGE Bapak Anderson Tanoto dan Presiden RGE dan CEO Sateri Mr. Tey Wei Lin hadir sebagai peserta. Berkaca pada tema pertemuan Davos 2017, Bapak Anderson Tanoto mengatakan, " kepemimpinan yang responsif dan bertanggungjawab sangatlah menarik, karena Profesor Klaus Scwhab dari World Economy Forum berbagi bahwa model kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan dengan radar dan kompas".

Berkaitan dengan makna tema pertemuan Davos 2017 untuknya selaku pemimpin perusahaan, Bapak Anderson Tanoto melanjutkan, "memiliki kompas moral berarti memiliki kompas atau perhitungan terhadap kebenaran dan tetap menjalankan hal yang benar meski dunia terus berubah, tidak melakukan sesuatu karena tidak berpikir panjang, tanpa proses menentukan keputusan, terjebak dalam siklus politik dan terus fokus terhadap apa yang harus dilakukan serta mempertimbangkan dinamika lingkungan tempat kita bekerja".

Pentingnya fokus pada tujuan jangka panjang juga digarisbawahi oleh Mr. Tey. "Kita berinvestasi untuk jangka panjang. Kita tidak berinvestasi untuk tiga, lima tahun saja. Kita berinvestasi untuk 10, 20 tahun bahkan lebih dari itu", ujar Mr. Tey. "Jadi, meskipun ada kondisi pasang surut, perputaran dalam ekonomi dunia di tahun 2017 atau 2018, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap apa yang kita lakukan. Kita membuat rencana jangka panjang dan kita melakukan sesuai dengan rencana itu", lanjut Mr. Tey.

Melanjutkan tradisi, pemerintah Indonesia dan komunitas bisnis Indonesia mengundang para delegasi ke Malam Indonesia, dimana ditemani dengan kuliner khas Indonesia dan penampilan seni budaya, para delegasi dapat melihat sekilas perkembangan bisnis dari negara yang memiliki ekonomi terbesar nomer sepuluh di dunia ini.

Hadir dalam acara Malam Indonesia itu beberapa pemimpin Indonesia termasuk Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukito, direktur Badan Koordinasi Penanaman Indonesia (BKPM) Bapak Thomas Lembong, Kepala Badan Restorasi Lahan Gambut (BRG) Bapak Bapak Nazir Foead. RGE yang didirikan oleh Sukanto Tanoto merupakan sponsor dari acara ini.

Pada WEF 2017, Bapak Anderson Tanoto merupakan panelis tiga forum diskusi berkiatan dengan tema pembangunan berkelanjutan. Salah satu sesi forum tersebut berjudul "Tanah yang Subur untuk Pertumbuhan Berkelanjutan", yang dibuka oleh Mr. Marco Albani, Ketua Tropical Forest Alliance 2020 dan dimoderatori oleh Ms. France Seymour dari Central for Global Development USA.

Saat ini, meskipun banyak variasi bisnis dalam grup RGE, hal yang menyatukan bisnis-bisnis tersebut adalah etos dan semangat untuk menjadi kebaikan bagi komunitas, kebaikan bagi negara, kebaikan bagi iklim dan kebaikan bagi perusahaan. 

sumber : http://www.aprilasia.com/id/sukanto-tanoto


sumber

Discussion (0 comments)

0 comments

No comments yet. Be the first!