Permintaan pelumas industri di Indonesia didorong oleh meningkatnya investa

Permintaan pelumas industri di Indonesia didorong oleh meningkatnya investasi di industri manufaktur dan konstruksi

laxmi123
laxmi123
7 min read

Sektor manufaktur yang berkembang, peningkatan impor minyak mentah, meningkatnya usaha kecil & mikro di negara ini dan masuknya pemain global di pasar akan menjadi faktor kunci yang mendorong pertumbuhan Pasar Pelumas Industri Indonesia.

Pertumbuhan Sektor Manufaktur: Indonesia menyaksikan pertumbuhan yang kuat di sektor manufaktur karena ekspansi beberapa industri termasuk pertambangan, konstruksi, produksi logam dan baja, kelautan dan dirgantara, minyak & gas, pembangkit listrik, konstruksi jalan, manufaktur mobil dan lain-lain. PDB yang dihasilkan dari aktivitas manufaktur meningkat dari Rp 2.007 triliun pada 2013 menjadi Rp 2.947 triliun pada 2018 dengan CAGR 8% selama periode peninjauan. Pertumbuhan investasi di sektor manufaktur menyebabkan permintaan pelumas industri yang lebih tinggi di negara ini.

MINTA KUSTOMISASI

Peningkatan Jumlah Proyek Konstruksi di Tanah Air: Jumlah proyek konstruksi di Indonesia meningkat dari 131.080 pada tahun 2013 menjadi 160.576 pada tahun 2018. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan konstruksi telah terkonsentrasi di Jakarta, provinsi sekitar Banten dan Jawa Barat. Disaksikan bahwa pelumas dengan permintaan tertinggi oleh sektor konstruksi & pertambangan adalah oli hidrolik yang biasanya dipesan dalam jumlah besar. Sektor Konstruksi dan Pertambangan memberikan kontribusi pangsa tertinggi terhadap total volume penjualan (demand) pelumas industri di Indonesia pada tahun 2018.

Persaingan Pasar: Pemain pasar Pelumas Industri Indonesia sangat kompetitif dan bersaing dalam parameter seperti harga produk, jaringan distribusi, kualitas produk, kustomisasi produk dan ketentuan pembayaran yang ditawarkan kepada klien di negara ini. Struktur kompetisi pelumas industri Indonesia disaksikan terkonsentrasi di alam dengan dua pemain yaitu Pertamina &; Shell menangkap lebih dari 50% pangsa pasar dalam hal volume penjualan dengan mayoritas penjualan pelumas industri diamati di Kalimantan, Sulawesi, Papua, Sumatera dan Jakarta.

Analis di Ken Research dalam publikasi terbaru mereka "Outlook Pasar Pelumas Industri Indonesia hingga 2023 - Berdasarkan Pelumas Industri (Oli Hidrolik, Gemuk Industri, Cairan Kerja Logam, Oli Roda Gigi Industri, Oli Turbin, Oli Kompresor, dan Lainnya), Berdasarkan Penggunaan Akhir (Konstruksi dan Pertambangan, Manufaktur Umum, Pembangkit Listrik, Produksi Logam, Pengolahan Makanan, Semen, dan Lainnya), Berdasarkan Saluran Distribusi (Penjualan Langsung dan Jaringan Dealer)"  percaya bahwa pertumbuhan di sektor manufaktur, peningkatan impor minyak mentah dan meningkatnya investasi di sektor UKM akan meningkatkan pasar pelumas industri di Indonesia. Pasar telah menyaksikan CAGR positif mendekati 6% dalam hal volume penjualan pelumas industri selama periode peninjauan 2013-2018.

Segmen Utama yang Tercakup dalam Pasar Pelumas Industri Indonesia:

 Berdasarkan Asal

Pelumas MineralPelumas Semi-SintetisPelumas Sintetis

 Berdasarkan Jenis Pelumas Industri

Oli HidrolikGemuk IndustriCairan Kerja LogamOli roda gigi industriOli TurbinOli KompresorLain

Berdasarkan Penggunaan Akhir Industri

Konstruksi dan PertambanganManufaktur UmumPembangkit ListrikProduksi logamPengolahan MakananSemenLain

Berdasarkan Jenis Saluran Distribusi

Penjualan LangsungJaringan Dealer

Berdasarkan Klaster Penjualan

KalimantanSulawesiPapuaSumatera

Berdasarkan Kemasan

Barel, DrumPaket Lebih KecilIBC (Kontainer Curah Menengah)

Target Audiens Utama

Produsen Pelumas IndustriImportir Pelumas IndustriDistributor Pelumas IndustriPemerintah dan Otoritas PengaturPerusahaan konstruksiPerusahaan tekstilsemen CompaniesPerusahaan pertambanganProdusen Kertas dan PulpPerusahaan pembangkit listrikProdusen BajaInvestor dan Perusahaan VC

UNDUH CONTOH LAPORAN

Periode waktu yang tercantum dalam laporan:

Periode Sejarah – 2013-2018Periode Prakiraan – 2019-2023

 Perusahaan yang Dicakup:

PT Pertamina LubricantsPT Shell IndonesiaExxon MobilPT Castrol IndonesiaPT Total IndonesiaPT Idemitsu Lube IndonesiaPT Balmer Lawrie IndonesiaPT Pacific LubritamaPT Fuchs Pelumas IndonesiaPT Chevron Indonesia

Topik utama yang dibahas dalam laporan

Rantai Nilai Industri Pelumas Industri Indonesia (Inter-Entity Relationship dan Margin Analysis)Pasar Pelumas Industri IndonesiaPengantar Pasar Pelumas Industri IndonesiaUkuran Pasar Pelumas Industri Indonesia Berdasarkan Pendapatan dan Volume   Penjualan, 2013-2018Segmentasi Pasar Pelumas Industri Indonesia, 2013-2018Lanskap Persaingan di Pasar Pelumas Industri IndonesiaProspek Masa Depan Pasar Pelumas Industri Indonesia dan Proyeksi Pendapatan    Dasar dan Volume Penjualan, 2018-2023EIsu dan Tantangan  Pasar  Pelumas Industri IndonesiaParameter Pengambilan Keputusan dalam Memilih Vendor untuk Pelumas Industri di IndonesiaTitik nyeri yang dihadapi oleh pengguna akhir dan pemasok di Pasar Pelumas Industri IndonesiaAnalisis Pengguna Akhir di Pasar Pelumas Industri IndonesiaAnalisis SWOT Pasar Pelumas Industri IndonesiaTren dan Pendorong Pertumbuhan di Pasar Pelumas Industri IndonesiaPeraturan Pemerintah di Pasar Pelumas Industri IndonesiaProfil Perusahaan Pemain Utama di Pasar Pelumas Industri IndonesiaRekomendasi Analis

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang laporan penelitian, lihat tautan di bawah ini:

Indonesia Mineral Lubricant Market, Penjualan Pelumas Sintetis Indonesia-ken research

Hubungi Kami:
Ken ResearchAnkur Gupta, Kepala Pemasaran &; Komunikasi
[email protected]
+91-9015378249

 

Discussion (0 comments)

0 comments

No comments yet. Be the first!