Perkembangan inklusi keuangan digital dan meningkatnya ekonomi kawasan GCC dan negara-negara ASEAN lainnya dengan pertumbuhan aliran remitansi telah menjadi pendorong pertumbuhan utama di pasar Remitansi Indonesia tahun 2018.
Adopsi Saluran Digital: Pertumbuhan inovasi layanan keuangan digital (DFS) di Indonesia mendorong pertumbuhan pasar pengiriman uang digital. Adopsi saluran digital meningkat karena memungkinkan transfer yang lebih murah, lebih andal, dan menghubungkan pengguna ke uang seluler dan lembaga keuangan formal lainnya. Layanan ini lebih nyaman dan ekonomis dibandingkan dengan operator tradisional, yang menunjukkan pergeseran besar dalam industri pengiriman uang ke saluran digital. Selain itu, Bank Indonesia terus mengembangkan model bisnis pengiriman uang berdasarkan transfer dana ke rekening, untuk menggantikan sistem cash-to-cash saat ini.
Konsumen di Indonesia masih lebih memilih transaksi tunai meskipun telah terjadi gelombang besar M-Wallet dan metode pembayaran digital lainnya yang aman, cepat dan efisien. Mereka masih menerima uang tunai dan lebih nyaman dengan transaksi tunai, daripada transaksi digital. Hal ini muncul dari fakta bahwa sejumlah besar penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank. Populasi yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia dievaluasi sebesar 52,0% pada tahun 2018.
Peningkatan Migrasi Luar Negeri: Pekerja Luar Negeri Indonesia melihat lonjakan jumlah total migrasi dari 3.549 ribu pada tahun 2017 menjadi 3.652 ribu pada tahun 2018 sehingga menunjukkan tingkat pertumbuhan 2,9% terutama ke negara-negara ASEAN dan Timur Tengah yang berkontribusi terhadap arus masuk pengiriman uang di Indonesia. Negara-negara tujuan utama termasuk Yordania, Malaysia, Qatar, Singapura, dan Kerajaan Arab Saudi. Sebagian besar pekerja migran Indonesia adalah pekerja rumah tangga yang mendapatkan gaji lebih rendah daripada rekan-rekan regional mereka. Selain itu, hambatan bahasa dan kesenjangan keterampilan telah membatasi pilihan pekerjaan mereka dan meningkatkan beban biaya. Dalam kasus Jepang, meskipun populasi yang menua di negara itu telah menciptakan peluang baru bagi perawat dan pengasuh Indonesia, dengan kemitraan ekonomi bilateral yang memungkinkan orang Indonesia dan Filipina untuk bekerja dalam peran tersebut, persyaratan bahasa yang ketat telah membuat orang Indonesia keluar dari posisi perawat yang menguntungkan.
Untuk penyesuaian klik di sini
Kemitraan dengan Negara Lain: Indonesia juga telah bermitra dengan kantor pos di Malaysia untuk mendukung arus pengiriman uang di koridor ini. Kemitraan ini telah memperkuat pasar pengiriman uang dan juga telah mendukung transfer di koridor ini.
Analis di Ken Research dalam publikasi terbaru mereka "Outlook Pasar Remitansi Domestik dan Internasional Indonesia hingga 2023 - Dengan Inbound &; Pengiriman Uang Keluar, Berdasarkan Saluran Perbankan dan Non-Perbankan, Berdasarkan Kelompok Tingkat Pendapatan, Berdasarkan Arus Masuk &; Koridor Pengiriman Uang Arus Keluar" percaya bahwa perusahaan M-wallet dan E-money di Indonesia dapat memainkan peran utama dalam rencana ekspansi untuk operasi pengiriman uang. Ini akan membantu sektor pengiriman uang internasional untuk menunjukkan CAGR positif sebesar 11,8% selama periode perkiraan 2018-2023 dalam hal volume transaksi.
Segmen Utama yang Dicakup:
Pasar Pengiriman Uang Internasional
Berdasarkan Jenis Aliran
InboundOutboundBerdasarkan Saluran
BankNon-BankDengan Koridor Aliran Utama
ASEANAsia Tidak Termasuk ASEANTimur TengahAmerikaEropaAustralia & OseaniaAfrikaBerdasarkan Tingkat Pendapatan
Kelompok Berpenghasilan Tingkat RendahKelompok Berpenghasilan Tingkat MenengahKelompok Berpenghasilan TinggiPasar Pengiriman Uang Domestik
Melalui Saluran Pengiriman Uang
BankNon BankDengan Koridor Aliran Utama
Daerah Perkotaan ke PedesaanDaerah Pedesaan ke PedesaanPerkotaan ke PerkotaanBerdasarkan Tingkat Pendapatan
Kelompok Berpenghasilan Tingkat RendahKelompok Berpenghasilan Tingkat MenengahKelompok Berpenghasilan TinggiPasar Pembayaran Tagihan Snapshot
Berdasarkan Jenis Tagihan dengan Jenis Pengeluaran Keluarga
Keluarga yang sangat konservatif (air, listrik, kesehatan, dan lain-lain)Keluarga biasa-biasa saja (air, listrik, perawatan kesehatan, produk digital, lainnya)Target Audiens Utama:
Operator Transfer UangBankPegadaianPerusahaan Pembayaran TagihanM-DompetPerusahaan Uang SelulerBank sentralInvestor dan Perusahaan PEToko serba adaPeriode waktu yang tercantum dalam laporan:
Periode Sejarah – 2013-2018Periode Prakiraan – 2018-2023Perusahaan yang Dicakup:
Saluran utama bank dan non-bank di Indonesia:
Bank MandiriBank Central AsiaBank CIMB NiagaSerikat BaratMoneyGramPengiriman TeratasOVO m-dompetGoPaySerikat BaratTopik utama yang dibahas dalam laporan
Ukuran Pasar Pengiriman Uang Domestik Indonesia (2013-2018)Snapshot Pasar Pembayaran Tagihan Indonesia (2013-2018)Ukuran Pasar Pengiriman Uang Internasional Indonesia (2013-2018)Gambaran Umum Pasar Remitansi IndonesiaEkosistem Pasar Remitansi IndonesiaSegmentasi Pasar Remitansi dan Pembayaran Tagihan Indonesia (2013-2018)Tren dan perkembangan di Pasar Remitansi dan Pembayaran Tagihan IndonesiaLanskap Kompetitif Pemain Utama di Pasar Remitansi Indonesia termasuk Pangsa Pasar dan Kekuatan &; Kelemahan Pemain Remitansi Utama di Pasar Domestik dan InternasionalProspek Masa Depan dan Proyeksi Pasar Pengiriman Uang Domestik Indonesia (2018-2023E)Prospek Masa Depan dan Proyeksi Pasar Pengiriman Uang Internasional Indonesia (2018-2023E)Rekomendasi AnalisHubungi Kami:
Ken Research
Ankur Gupta,
Head Marketing &; Communications
[email protected]
+91-9015378249
Sign in to leave a comment.