Blogging

5 Tempat Rekreasi Warisan Sejarah di Majalengka yang Instagramable

berita terkini dan terlengkap yang diambil dari laman aladdin138

kicandy123
kicandy123
11 min read

Selainnya kaya rekreasi alam dan agrowisata, Majalengka mempunyai tujuan rekreasi sejarah. Bahkan juga sampai sekarang ini beberapa periset masih tetap terus lakukan pengkajian untuk cari beberapa bukti warisan sejarah yang berada di Majalengka.

dijelaskan dalam Buku Sejarah Majalengka Kreasi N Kartika yang menginterviu Budayawan Ayatrohaedi, Nama Majalengka jika disimpulkan dengan bahasa Jawa Kuno yakni kata ‘Maja' sebagai nama buah dan kata ‘Lengka' yang berati pahit, menjadi kata ‘Majalengka' ialah nama alias dari kata Majapahit.

Eits sebelum lanjut ke artikel kalian wajib tau kalo ada geme yang dapat menghasilkan uang loh, mudah diakses dimana saja dan kapan saja, yuk gabung di Aladdin138 yah.

Disamping itu Majalengka sebagai ibu-kota kabupaten seterusnya makin dikuatkan ada Surat Staatsblad, 1887 No. 159 atur dan menerangkan mengenai batasan-batas daerah dari Kota Majalengka.

Nach, untuk belajar sekalian berekreasi sejarah, berikut sejumlah lokasi yang saya mengumpulkan, dan dipercaya punyai nilai sejarah di Majalengka.

1. Goa Jepang
Goa Jepang atau Bunker Kodim yang berada di Jalan KH Abdul Halim Kelurahan Tonjong Majalengka, sekarang ini mulai menjadi perhatian pelancong. Bahkan juga, di hari liburan banyak masyarakat yang bertandang untuk menyaksikan langsung seperti apakah Goa Jepang atau Bunker Kodim itu.

Kepala Disparbud Majalengka, H Gatot Sulaeman AP MSi menjelaskan berdasar hasil riset Bunker Kodim ini dipastikan sebagai tinggalan purbakala yang penuhi sebagai Cagar Budaya Tingkat Propinsi Jawa Barat dan diproteksi Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 mengenai cagar budaya dan sudah tercatat pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat yang diatur Kodim 0617 Majalengka.

"Berdasar hasil pencatatan, bangunan komplek itu sejak awal kali sudah dipakai sebagai tangsi militer Belanda. Disaksikan dari style bangunannya, adanya kemungkinan tangsi ini dibuat di akhir era 19 s/d dasawarsa era 20," ucapnya.

Bunker bangunannya tambahnya selebar 116 mtr. persegi berdiri di atas tempat 69.000 mtr. persegi pas menghadap Sungai Cibedug dan jalan KH Abdul Halim pas di samping selatannya.

Bungker dibuat pada tebing sungai yang diperkokoh bata dan beton, segi luarnya teteap berbentuk tanah sebagai penyamaran dan sebagai peredam. Di antara bunker pertama dengan ke-2  memiliki jarak 7 mtr..

"Pintu bunker 1 menghadap ke arah barat dan pintu bunker 2 menghadap ke arah barat laut. Hingga ke-2  bangunan bunker menghadap basis kodim. Daun pintunya dibuat dari baja dengan lubang persegi empat sebagai sirkulasi udara dan sinar," tutur Gatot.

Masih disebutkannya, tinggi pintu memiliki ukuran 175 cm, lebar 122 cm, dengan tebal 10 cn. Didnding bunker dibuat dari bata yang dilapis beton dengan tebal 48 cm, begitu juga dengan dinding sisi atas meakioun tebalnya tidak dikenali dan dengan lantai tanah.

"Ketebalan dinding yabg berlainan ada di bagian dinding pintu yang mempunyai ketebalan 50 cm. Setiap bunker mempunyai ruang berwujud U pada setiap ujung lorongnya dengan panjang 4,2 m ada pintu jalan masuk keluar dalam jarak antara pintu 4,4 m. Untuk prngamatan dinding bunker sisi dalam kelihatan ada sisa lubang kusen pintu tempatnya pada ujung dalam ke-2  lorong," bebernya.

Masih diterangkan Gatot, ruangan khusus bunker diusapt menjadu dua dengan 1 pintu penyambung yang sekarang cuma tetlihat sisa kusen saja. Tiap ruangan memiliki ukuran 550x370 cm dan 400x370 cm dengan tinggi 187 cm.


2. Gedung Jangkung (Tinggi)
Penyebutan Gedung Jangkung atau dengan bahasa Indonesia maknanya tinggi, oleh warga karena bangunan ini mempunyai menara pada satu pojok bangunannya, yakni di pojok barat daya, sesuai pojok persilangan. Bangunan berdiri di atas batur dengan ketinggian ± 75 cm. Di bagian muka rumah tidak ada serambi.

Pintu khusus dinaungi oleh porch berkerangka atap berbahan kayu dan beratap seng. Porch didukung oleh pilar dengan ornamen yang cukup cantik yang keseluhan tampilkan wujud pelengkung. Pintu depan berbentuk pintu tinggi dengan 2 daun pintu berpanel kaca yang dijepit oleh dua jendela di kanan dan kirinya. Untuk sesuaikan wujud pintu khusus dengan porch, karena itu di atas jendela dan pintu ditaruh formasi bovenlight berbentuk kaca-kaca jendela tinggi yang nampaknya dapat dibuka jika memang perlu.

Bangunan ini berada di persilangan yang menyambungkan Jl. KH. Abdul Halim dengan Jl. Imam Bonjol dan Jl. Trickora, kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, diprediksi umurnya lebih dari 1 era, adanya kemungkinan lebih kurang tahun 1900-an.

Bangunan Gedung Jangkung ada di pojok persilangan jalan, hingga bangunan ini sebagai bangunan pojok. Seperti wajarnya bangunan pojok, tempat tanah Gedung Jangkung berdiri cukup luas (42 x 28 m), hingga masih tetap ada tempat yang lega untuk dipakai sebagai taman pada bagian depan dan samping yang bersebelahan pada jalan. Luas bangunannya saja ± 28 x 19 m.

Serambi muka ada segi utara bersisian pada jalan masuk ke arah halaman belakang. Di bagian atas serambi terdapat satu lantai kembali, kemungkinan sebagai serambi terbuka yang pada tepiannya terbatasi oleh pagar dengan tinggi 50 cm dengan ornamen yang cantik. Tangga naik ke arah lantai atas itu ada di segi belakang serambi.

Gedung Jangkung dibikin ruang-ruangan yang mempunyai plafon tinggi, hingga nyaris di sepanjang dindingnya dipenuhi dengan jendela-jendela yang lebih tinggi di bagian atas dan bawah. Rumah ini mempunyai pintu lain pada bagian samping dan belakang. Typanum sisi bagian barat mempunyai ornamen ukir-pahatan kayu yang lumayan menarik, di bagian bawahnya ada kanopi dengan atap asbes dalam formasi berlian (diamond pattern). Bahan dan wujud pasangan atap semacam ini kelihatan di bagian menara dengan keadaan yang sudah rusak.

3. Rumah Tradisi Panjalin
Rumah kuno itu berada di RT/RW 1/5 Block Rabu, Daerah Penjalin, Dusun Panjalin, Cikalong Wetan, Kabupaten Majalengka. Lokasi ini memiliki jarak sekitaran 23 km dari Majalengka. Untuk capai ke lokasi relatif lumayan gampang secara jalan kaki dan kendaraan beroda 2, kendaraan beroda 4 cuma dapat mencapai jalan besar yang ada pada bagian timur daerah. Jarak di antara jalan besar dan rumah tradisi sekitaran 200 m. Secara astronomis rumah ini berada pada koordinat 6º41'51" LS dan 108º21'25" BT.

Rumah Tradisi Panjalin dibuat oleh Raden Sanata, sekitaran era ke-17. Beliau sebagai salah seorang turunan dari Talaga yang berguru di ponpes Pager Gunung, dekat Daerah Penjalin. Raden Saneh menikah dengan Seruni yang disebut putri dari sesepuh Daerah Penjalin, yakni Raja Syahrani. Raja Syahrani sendiri sebagai turunan dari Cirebon yang tinggal, wafat, dan disemayamkan di Panjalin. Pada tempat ini beliau beraktivitas menebarkan agama Islam. Rumah ini memungkinkan warisan dari saat Islam, tapi secara urutan belum bisa ditegaskan dengan tepat.

4. Pengeboran Pertama Minyakbumi di Indonesia
Masyarakat Majalengka pantas berbangga, karena dipercaya tempat ini sebagai salah satunya tempat pemboran minyak bumi pertama di Indonesia.

Dengan diawali laporan penemuan minyak bumi oleh Corps of the Mining Engineers, lembaga punya Belanda, pada dasawarsa 1850-an, diantaranya di Karawang (1850), Semarang (1853), Kalimantan Barat (1857), Palembang (1858), Rembang dan Bojonegoro (1858), Surabaya dan Lamongan (1858). Penemuan minyak jadi berlanjut pada dasawarsa selanjutnya, diantaranya di wilayah Demak (1862), Muara Enim (1864), Purbalingga (1864) dan Madura (1866).

Cornelis de Groot, yang waktu itu memegang sebagai Head of the Department of Mines, di tahun 1864 lakukan pantauan hasil eksploitasi dan memberikan laporan ada tempat yang potensial. Laporannya tersebut yang dipandang seperti milestone sejarah perminyakan Indonesia (Abdoel Kadir, 2004).

Seterusnya, di tahun 1871 seorang pedagang Belanda Jan Reerink temukan ada serapan minyak di wilayah Majalengka, wilayah di lereng Gunung Ciremai, samping barat daya kota Cirebon, Jawa Barat.

Minyak itu merembes dari susunan bebatuan tersier yang terkuak ke atas. Berdasar penemuan itu, dia lalu lakukan pengeboran minyak pertama di Indonesia dengan memakai pompa yang dilakukan oleh sapi. Keseluruhan sumur yang dibor sekitar empat sumur, Sumur pertama itu dinamakan Maja-1 atau Cibodas Tangat-1 dan hasilkan 6000 liter minyak bumi yang disebut produksi minyak bumi pertama di Indonesia.

Pengeboran ini berjalan cuma berlalu dua belas tahun sesudah pengeboran minyak pertama di dunia oleh Kolonel Edwin L Drake dan William Smith de Titusville (1859), di negara sisi Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dengan begitu, pengendalian minyak bumi di Hindia Belanda terhitung pion (paling tua) di dunia. Tetapi, bidang pertambangan, terutama minyak bumi, belum jadi unggulan penghasilan pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Ini dapat disaksikan dari ada Indische Mijnwet, produk undang-undang pertambangan pertama, yang baru dibikin di tahun 1899. Selanjutnya Reerink lakukan pengeboran di Panais, Majalengka, Cipinang dan Palimanan, dengan memakai pompa memiliki tenaga uap yang dihadirkan dari Canada, hasilkan minyak yang kental yang dibarengi air panas yang memancur dengan tinggi 15 mtr.. Pada 1876 permintaan utang modalnya ditampik NV Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM), hingga pada akhirnya dia putuskan tutup sumur-sumur itu dan kembali lagi ke usaha dagang awalnya.

5. Museum Talaga Manggung
Museum Talaga Manggung ada di Dusun Talaga Wetan, Kecamatan Talaga. Di mana jarak yang perlu dilakukan untuk ke arah museum ini yakni +26 km dari pusat perkotaan Majalengka.

Akses ke arah lokasi itu telah baik, di mana bukan hanya dapat di menempuh oleh kendaraan individu tetapi dapat di menempuh oleh transportasi umum seperti Maja - Cikijing, Cikijing - Bandung dan lain-lain. Jumlahnya warisan sejarah dari Kerajaan Talaga Manggung seperti kereta kencana, perlengkapan perang, dan alat kesenian, sebagai daya magnet tertentu, dan ada tradisi memandikan perkakas yang teratur dilaksananakan satu tahun sekali.

Pengunjung yang tiba kelokasi rekreasi budaya ini secara umum siswa. Untuk ticket masuk pada lokasi rekreasi budaya ini tidak ada ketetapan ongkos yang perlu dikeluarkan cuma hanya bantuan suka-rela. Dan masih minimnya sarana pendukung yang berada di Museum Talaga Manggung.

Selain artikel diatas aku juga mau ngasih informasi ke kalian kalo ada situs game online yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar hanya dengan bermain game aja loh di aladdin138, kalian wajib gabung sekarang juga, karna banyak beragam game seru yang bisa kalian mainkan dimana saja dan kapan saja, selain itu kalian juga bisa mendapatkan bonus harian juga mingguan, bahkan banyak merchandise yang bisa kalian dapatkan di situs ini, jangan ragu lagi untuk gabung di situs slot online ini ya, karna banyak keuntungan yang akan kalian dapatkan, buktikan sendiri keseruan juga keuntungan nya.

Discussion (0 comments)

0 comments

No comments yet. Be the first!